••• Salafiyat •••:
Bagaimana bentuk muamalah dengan pemimpin wanita
🔗Tanya:
Bagaimana bentuk muamalah ketaatan kepada pemimpin wanita, apa itu boleh?
🔖Jawab:
Oleh Al Ustadz Usamah Faishol Mahri hafizhahullah
Bolehnya tentunya tidak boleh untuk seorang wanita menjadi pemimpin, tapi jika ditakdirkan terpilih dia atau kemudian dia jadi pemimpin dengan cara ini dan itu. Sebatas dia sebagai pemimpin, (maka, -red) ditaati. Artinya larangan untuk dia dicela, dia ditentang, dilawan, kita diperintah sabar, semua. Selama dia muslimah, wanita, walaupun tentunya hal itu dilarang dan tidak dibenarkan oleh syariat. Kalau itu 'alal ikhtiyar, artinya terpilih dengan sengaja, dipilih dengan ini.
لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمُ امْرَأَةً
"Tidak akan bahagia atau jaya orang yang menjadikan kepemimpinannya pada wanita"
Wallahu ta'ala a'lam.
Adakah shalat di siang hari sekitar jam 10 pagi selain shalat dhuha
🔗 Tanya:
Bismillah afwan ustadz ana mau tanya.... apakah ada sholat niat di siang hari sekitar jam 10 pagi diluar sholat dhuha/sholat permohonan untuk dikabulkan tujuan baiknya? Mohon jawabannya, pertanyaan ini diminta dari teman-teman di kerjaan ana, barokaallohufikum.
🔖 Jawab:
Oleh Ustadz Askari hafizhahulloh
Wafiikum barakallahu.
Jam 10 pagi itu masih waktu dhuha, sehingga yang nampak wallahu ta'ala a'lam, shalat pada waktu itu adalah shalat adh dhuha. Meskipun misalnya ada nama-nama yang lain, misalnya disebut shalat al awwabin. Sebab rasul shallallahu 'alaihi wasallam dalam riwayat Imam Muslim mengatakan:
صَلَاة الْأَوَّابِينَ حِين تَرْمَض الْفِصَال
Shalat al awwabin (shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah, orang-orang yang bertaubat kepada Allah Subhanahu wata'ala, yaitu shalat adh dhuha) pada saat kerikil-kerikil itu sudah mulai memanas.__ (lihat Syarah Shahih Muslim lin-Nawawi hal. 614; Maktabah Ash-Shaid).
Yang menunjukkan panasnya matahari ketika itu. Oleh karena itu, waktu shalat adh dhuha, semakin matahari itu memanas, semakin afdhal. Yakni semakin mendekati akhir waktu dhuha. Itu bagian dari shalat adh dhuha. Wallahu a'lam.
Mengapa di dalam Al Qur'an, Allah disebut kami
🔗 Tanya:
Mengapa di tafsiran Al Qur'an, Allah disebut kami.
🔖Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah
Apa makna kami dalam bahasa Indonesia? Kalau dalam bahasa Arab, nahnu (نَحْنُ). Nahnu di dalam bahasa Arab, ada dua makna. Makna yang pertama, menunjukkan orang pertama, yaitu yang berbicara bersama dengan yang lain, lebih dari satu, kami, nahnu.
Makna yang kedua, yang dimaksud nahnu, yang berbicara satu. Jadi tidak lebih dari satu, tapi tujuannya adalah ta'dzimu nafsihi, mengagungkan dirinya, memuliakan dirinya. Dan inilah yang dimaksud oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam banyak firmannya:
إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُ ۥ لَحَـٰفِظُونَ
إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيل
Nahnu, nahnu, nahnu, banyak disebutkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan sebutan nahnu, yang dimaksud adalah Aku, tapi tujuannya adalah memuliakan diri.
Nah, kalau didalam bahasa Indonesia, sebutan kami itu tidak semakna dengan makna yang kedua dari nahnu, berarti diterjemahan kami nya itu tidak benar. Makanya coba ditanyakan ahli bahasa Indonesia, ada guru bahasa Indonesia? Kalau memang seringkali disalah pahami, kami. Sampai orang-orang nashara, saya pernah melihat selebaran mereka mengatakan: "tuh di dalam Al Qur'an pun ada aqidah trinitas, kan Allah sendiri sebutkan dirinya kami, berarti kan Allah tidak sendirian, ada yang lain"
Kaum muslimin dibodoh-bodohi, na'am. Sekarang dalam bahasa Indonesia, kami itu boleh tidak, untuk satu tapi tujuannya adalah untuk mengagungkan dirinya. Kalau seandainya diantara makna kami demikian, nah (maka, red-) tidak mengapa diterjemahkan nahnu itu kami. Tapi kalau ternyata dalam bahasa Indonesia kami itu tidak ada makna yang lain kecuali lebih dari satu, maka berarti tidak diperbolehkan menerjemahkan nahnu dengan sebutan kami. Terjemahkan
Aku, atau terjemahkan Saya. Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak memaksudkan dirinya lebih dari satu. Wallahu ta'ala a'lam.
📡 https://www.thalabilmusyari.web.id/?m=1
=================▪️💎
🌹 Dipost ulang oleh
🌹 Channel Salafiyat
🌹 JOIN tlgrm.me/salafiyyun
🌹 Web: Salafiyyun.cf
=================
Senin, 06 Maret 2017
FAWAID TANYA JAWAB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar